Wednesday, August 16, 2006

YANTI KUSMIATI

Lahir : Jakarta, 22 Desember 1962
Alamat : Jl. Kantor Batu No.8 Bogor
Karier :
- Anggota tim Piala Uber (1984, 1986, 1988)
- Juara Ganda Putri Indonesia Terbuka (1988)
- Juara Ganda Putri Kejuaraan Asia (1988)

Bagi pengunjung setia istora Senayan, sosok Yanti paling di kenal. Maklum, dari segi wajah cewek ini menggemaskan dan imut-imut. Untuk ukuran pebulutangkis, tubuhnya tergolong pendek. Tapi permainannya memikat. Ia dijuluki "si Unyil. Yanti hampir selalu tampil tanpa senyum. Suka menyendiri, jauh dari kawan-kawannya. Jika ditanya lebih suka mengangguk dan menggeleng, sembari tersenyum.

Yanti Kusmiati, anak bungsu. Ibunya, nyonya Esther Tunjungwulan adalah wasit wanita pemegang sertifikat wasit IBF yang pernah dimiliki PBSI. Tahun 1991 Nyonya Esther tidak aktif lagi.

Nama Yanti cukup melambung ketika ia bermain ganda dengan Verawati Fadjrin, yang enam tahun lebih tua. Mereka adalah pasangan yang sangat kontras. Vera tinggi besar, sementara Yanti kecil mungi, tak sampai 160 cm. Mereka pun dijuluki pasangan "maksi-mini". Tapi, justru dengan kondisi itu malah membawa "berkah". Musuh sering terkecoh oleh gerakan mereka.

Sebelum berpasangan dengan Vera, Yanti pernah berduet dengan Ruth Damayanti dan Tieke Budiarti. Bersama pasangan-pasangannya itu ia terjun ke Piala Uber tahun 1984, meski hanya sampai di babak penyisihan di New Delhi, India, dan tidak diterjunkan lagi di putaran final. Vera/Yanti kemudian berpisah. Akhirnya Vera berpasangan dengan Ivana di kejuaraan Malaysia Terbuka, di Piala Dunia 555, Asian Games X di Seoul, dan putaran final Grand Prix.

Kemudian Yanti menghilang beberapa waktu. Ia baru muncul lagi di SEA Games XIV di Jakarta, berpasangan dengan Erma. Disitu, di final ganda putri perorangan, Vera/Rosi bertemu Yanti/Erma dan kemenangan diraih pasangan Vera/Rosi. Pertemuan kembali Vera/Yanti juga ada kisahnya. Waktu itu menjelang putaran final Piala Uber 1988, Rosi jatuh sakit. Guna mendapatkan ganda putri yang terbaik, Vera/Yanti kembali di padukan.

Sejak itu, keduanya hampir tak pernah absen mengikuti kejuaraan internasional. Mereka muncul sebagai juara pada kejuaraan Indonesia Terbuka, setelah mengalahkan Hwang Hye Young/Chung Hee dari Korea Selatan, 15-6 dan 15-8. Dalam Kejuaraan Asia Desember 1988 di Bandar Lampung, mereka satu-satunya pemain Indonesia yang maju ke final, bahkan menjadi juara.

Telah tiga kali Yanti tercatat membela nama bangsa dan negara sebagai anggota tim Piala Uber tahun 1984, 1986 dan 1988.(ben)

(Ref : Apa & Siapa Sejumlah Orang Bulutangkis Indonesia)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home